Radarnusantaranews
SEMARANG – Semangat kebersamaan dan persatuan terasa kuat dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang digelar Mathla’ul Anwar Kota Semarang di sekretariatnya, Jalan Sido Drajat Raya No.22, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen pasca Hari Raya, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengonsolidasikan peran organisasi dalam dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Sejak awal acara, suasana hangat penuh keakraban sudah terasa. Para peserta dari berbagai latar belakang tampak saling bersalaman, berbagi cerita, hingga mempererat jaringan kerja sama.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dan anggota Mathla’ul Anwar, para sesepuh, tokoh masyarakat (TOMA), tokoh agama (TOGA), hingga berbagai organisasi kemasyarakatan seperti FKSB, Komunitas UMKM Kreatifitas Sekar Baru (KSB), Forum LPMK, dan elemen ormas lainnya.
Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, turut memberikan warna tersendiri. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran aktif Mathla’ul Anwar sebagai organisasi yang konsisten menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Organisasi seperti Mathla’ul Anwar memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, berdaya, dan berakhlak. Ketika ormas aktif di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial, dampaknya akan sangat besar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah, khususnya lembaga legislatif, dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Najib Nahrowi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan organisasi.
“Kebersamaan adalah kekuatan utama kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat komitmen untuk terus istiqamah dalam dakwah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kepedulian sosial,” ungkapnya.
Lebih jauh, momentum ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Mathla’ul Anwar Kota Semarang agar semakin progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Tantangan sosial yang kian kompleks, menurutnya, menuntut organisasi untuk tidak hanya aktif, tetapi juga inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar setiap langkah dan ikhtiar yang dilakukan membawa keberkahan. Dengan semangat gotong royong yang terbangun, Mathla’ul Anwar optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berpendidikan, dan berkeadilan sosial.
(Red)

