Pecinan Kranggan Dipersiapkan Jadi Desa Wisata, Disbudpar Semarang Lakukan Pendampingan Intensif

Radarnusantaranews

semarang- Kawasan Pecinan Kranggan di Kota Semarang mulai menunjukkan langkah konkret menuju pembentukan desa wisata (Deswita). Hal ini ditandai dengan kunjungan Indriyasari,S.E.,M.A.P Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bersama jajaran, yang turut didampingi Forum Komunikasi (FK) Pokdarwis tingkat kota.

Pendampingan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong pengembangan kawasan Pecinan Kranggan secara terarah. Tidak hanya sebagai aktivitas berbasis komunitas, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata yang memiliki sistem pengelolaan yang jelas, identitas budaya yang kuat, serta berkelanjutan secara ekonomi dan sosial.

Dalam proses persiapan ini, berbagai elemen masyarakat mulai bergerak bersama. Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga warga setempat terlibat aktif dalam merancang konsep wisata yang menarik dan autentik. Beberapa fokus utama yang tengah disiapkan meliputi penyusunan paket wisata tematik, penguatan alur pelayanan wisatawan, penataan kawasan, serta pengembangan produk lokal khas Pecinan Kranggan.

Selain itu, aspek promosi dan digitalisasi juga mulai diperhatikan, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan potensi kawasan kepada wisatawan yang lebih luas. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus daya saing Pecinan Kranggan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Ketua Pokdarwis Krabat Kelurahan Kranggan, Hengky, mengaku terkejut sekaligus bangga atas perkembangan pesat tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pokdarwis Krabat baru terbentuk pada tahun lalu, namun kini telah mendapatkan kepercayaan untuk turut mengembangkan desa wisata.

“Jujur kami kaget, karena Pokdarwis Krabat baru lahir tahun lalu, tetapi tahun ini sudah diarahkan menjadi desa wisata. Kami diminta bisa menjual 1 hingga 2 paket wisata, namun kami optimistis dapat menghadirkan 4 sampai 6 paket wisata dalam tahun ini,” ujarnya.

Paket wisata yang tengah disiapkan rencananya akan mengangkat kekhasan budaya Pecinan, seperti wisata kuliner tradisional, sejarah kawasan, aktivitas budaya, hingga pengalaman interaksi langsung dengan masyarakat lokal. Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berkesan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang berharap, melalui pendampingan yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Pecinan Kranggan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Semarang.

Kedepan, kawasan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga, membuka peluang usaha baru, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun,ungkapnya.

(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *